Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang Gelar Rakor Pengembangan Perpustakaan Tahun 2019

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang kembali menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Perpustakaan Tahun 2019 dengan tema “Transformasi Layanan Perpustakaan Guna Mendukung Perwujudan Kota Bontang Sebagai Smart City”, di Auditorium Taman 3D, Kamis (27/6/2019).


Kegiatan ini diikuti oleh 147 peserta atau sekitar 84 % dari jumlah peserta yang diundang, mereka terdiri dari Sekolah SD hingga SMA, Perguruan Tinggi, Organisasi Perangkat Daerah yang terkait Pojok Baca serta perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Bontang.

Mengawali pemaparannya, narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Prof. DR. IR. HM. Aswin, MM mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang pada data 2017 adalah tertinggi se Kalimantan Timur.

Capaian ini juga mengantarkan Bontang sebagai salah satu kota diatas rata-rata IPM yang berdampingan dengan 2 Kota lainnya seperti Samarinda dan Balikpapan.

Selain itu, ditambahkan pula untuk memenuhi Standar Nasional Perpustakaan sesuai UU No. 43 Tahun 2017 Pasal 11 maka diperlukan bebberapa hal, diantaranya Koleksi Perpustakaan, Sarana dan Prasaran, Pelayanan Perpustakaan, Tenaga Perpustakaan, Penyelenggaraan, hingga Penggelolaan.

Adapun Perpustakaan Sekolah / Perguruan Tinggi mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional di luar belanja pegawai dan belanja modal (pasal 23 ayat 26).

Lebih lanjut transformasi layanan perpustakaan menuju masyarakat literasi sangat berperangaruh pada kehidupan masyarakat meskipun membaca bukan kebutuhan dasar namun peningkatan gemar baca telah menjadi hal wajib yang diatur didalam undang-undang.

Bagaimana kemiskinan dan literasi bisa saling mempengaruhi? Jawabannya adalah disebabkan oleh hubungan antara materi seseorang dan kemampuan akses informasi terkait TIK, tidak tersedianya informasi yang berkualitas dan kurangnya akses yang dibutuhkan, serta ketidakmampuan orang dalam mendapatkan informasi yang berguna akibat pendidikan, pengalaman dan kontekstual.

Sehingga korelasi literasi mempengaruhi produktivitas dengan perubahan pengetahuan dan prilaku individu serta peningkatan produktivitas dan kesejahteraan. (Taufik, S.Sos., M.Si – Kabid Layanan , Otomasi dan Kerjasama Perpustakaan Prov. Kaltim).

Adapun hasil akhir dari Rapat Koordinasi Perpustakaan Se Kota Bontang Tahun 2019 ini diperoleh 10 poin yaitu :
1. Menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat berbasis pengetahuan dalam rangka mewujudkan bontang sebagai smart city;
2. Perpustakaan sekolah / perguruan tinggi mengalokasikan dana paling sedikit 5% dari anggaran belanja operasional di bidang perpustakaan di luar belanja pegawai dan belanja modal untuk peningkatan kualitas layanan perpustakaan (berdasarkan uu 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 23 ayat 6);
3. Pemerintah daerah kota bontang diharapkan dapat memfasilitasi penyelenggaraan pelatihan untuk peningkatan sdm tenaga pengelola perpustakaan secara berkelanjutan (setiap tahun);
4. Meningkatkan jumlah kunjungan dan keanggotaan perpustakaan dengan mengharuskan seluruh pelajar dan mahasiswa berkunjung dan memiliki kartu anggota perpustakaan kota bontang;
5. Melibatkan unsur perusahaan sekitar melalui dana corporate social responsibility (csr) perusahaan untuk pengembangan serta peningkatan perpustakaan di kota bontang;
6. Meningkatkan kerjasama dan koordinasi seluruh perpustakaan se kota bontang;
7. Memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan serta membangun sinergi antar perpustakaan di seluruh kota bontang;
8. Meningkatkan pemanfaatan perpustakaan dalam pemenuhan kebutuhan literasi bagi pelajar dan mahasiswa dalam proses pembelajaran serta sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan;
9. Membuat forum – forum untuk memudahkan komunikasi dengan dinas perpustakaan dan kearsipan kota bontang
10. Meningkatkan layanan perpustakaan sesuai dengan perkembangan jaman, diantaranya layanan berbasis format media, layanan berbasis inklusi sosial, dan layanan berbasis tema. Rakor tersebut diakhiri dengan penandanganan rkomendasi hasil koordinasi pengembangan perpustakaan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang Bapak Ir. M. dahyar Ardin, M. Si, Perwakilan Perpustakaan Sekolah, Perwakilan Perpustakaan Perusahaan, Perwakilan Perpustakaan Perguruan Tinggi, serta Perwakilan Perpustakaan Pojok Baca OPD.

Check Also

1.000 ANAK IKUTI GERAKAN MEMBACA DI TAMAN SAMARENDAH

SAMARINDA. Sebanyak 1.000 anak Sekolah Dasar dari Samarinda, Tenggarong dan Paser mengikuti gerakan 1.000 anak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *