DPKD Kaltim Hadiri Rakornas Perpusnas

Jakarta, Dpkd – Dalam rangka mendukung Visi Presiden dan wakil Presiden RI tahun 2020-2024 mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul untuk Indonesia Maju, Perpustakaan Nasional telah merumuskan kebijakan utama untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat melalui forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan.

Ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, didampingi Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Woro Titi Haryanti, Deputi Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi  Ofy Sofiana, dan Sekretaris Utama Perpusnas Sri Sumekar, Rakornas Bidang Perpustakaan 2020 resmi dibuka di Ballroom Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (25/02).

Diikuti 1600 peserta mewakili kalangan pemerintah, swasta dan masyarakat yang berkecimpung dalam pengembangan gerakan literasi di berbagai sektor. tidak luput Dinas Perpustakaan dan Kearsipan turut menghadiri dan mengikuti kegiatan Rakornas. Dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim, HM. Aswin didampingi Sekretaris, Meidalina.AS, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Hj. E. Mustika wati dan Kepala Sub Bagian Perencanaan Program, H. Rusmadi beserta Staff.

DPKD kaltim turut menghadiri Rakornas Bidang Perpustakaan di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (25/02/2020).

Dalam Rakornas ini, Perpusnas dan seluruh pemangku kepentingan di bidang Perpustakaan di Indonesia menyatukan tekad untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas bagi para pustakawan demi penguatan indeks literasi.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan dukungannya untuk menggerakan literasi, utamanya dalam kaitannya dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, inovatif, dan memiliki kreativitas bagi terwujudnya masyarakat berpengetahuan dan berkarakter.

“Kami di Kemendagri sungguh-sungguh mendukung rencana baik dan program yang dilaksanakan Perpusnas. Rakornas Perpustakaan ini merupakan acara besar dan penting bangsa ini, salah satunya untuk mengupayakan gerakan literasi ini,” kata Tito Karnavian dalam pernyataan resminya, Selasa (25/2/2020).

Syarif Bando menambahkan fokus pembahasan rakornas yang dihadiri 1600 orang dari berbagai pemangku kepentingan di bidang perpustakaan di Indonesia ini, adalah soal tenaga pustakawan, serta pentingnya membangun kegemaran membaca di kalangan masyarakat yang sebenarnya meningkatkan indeks literasi.

“Kita berharap semua bisa memahami, tidak penting lagi kita ribut soal kegemaran membaca itu rendah,” jelasnya.

Terkait perpustakaan, lanjut Syarif Bando, saat ini juga harus menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, bukan lagi sekadar sebagai gudang buku. “Perpustakaan bisa jadi tempat akselerasi pengetahuan. Perpustakaan hari ini harus mampu mentransfer knowledege agar orang membutuhkan mendapatkan, tidak penting kunjungan, yang penting akses,” jelasnya.

Rakornas yang digelar, diisi berbagai materi melalui sesi pleno kebijakan, sesi praktisi, sesi diskusi kelompok terpumpun (FGD), dan sesi konsultasi serta pameran produk literasi. juga menghadirkan  para narasumber yang sangat luar biasa di bidang perpustakaan. Para narasumber terbagi dalam dua sesi.

Pertama sesi kebijakan yang diisi perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; perwakilan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; perwakilan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas; perwakilan Menteri Keuangan; dan  Pimpinan Komisi X DPR RI.

Sesi kedua yaitu sesi teknokrak/praktisi yang diisi oleh Direktur Dana Transfer Khusus Kemenkeu; Direktur Pendidikan Tinggi, IPTEK dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas; Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantu dan Kerjasama Kemendagri; Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca; Duta Baca Indonesia; Kepala Dinas Provinsi dan Kearsipan Provinsi Kalimatan Selatan; Wakil Walikota Tegal; Pegiat Literasi; Asosiasi Perpustakaan Umum; Asosiasi Perpustakaan Khusus; Asosiasi  Perpustakaan Sekolah, Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi; Asosiasi Sarana Perpustakaan; dan Ikatan Pustakawan Indonesia.(tribun/dpkd)

Check Also

Perpusnas Raih Predikat A Pengawasan Kearsipan dari ANRI

Solo, Jawa Tengah–Perpustakaan Nasional kembali meraih penghargaan dari Arsip Nasional (ANRI). Kali ini Perpusnas mendapatkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *