Rapat Virtual ANJAB/ABK Pustakawan DPKD Kaltim dan Perpusnas RI

Samarinda – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Prov. Kaltim Drs. H. Elto, M.Si didampingi Kabid P3KM Taufik, S.Sos,M.Si beserta beberapa pejabat struktural eselon IV dan Fungsional Pustakawan telah melaksanakan Rapat virtual dengan Perpusnas RI dalam rangka Asistensi Penyempurnaan Data Anjab/ABK Pustakawan.

Bertempat di Ruang Rapat Bidang P3KM Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Prov. Kaltim Jalan Ir. H. Juanda No. 4 Samarinda, Rapat dengan agenda Asistensi Penyempurnaan Data ANJAB/ABK Pustakawan Provinsi Kalimantan Timur dilaksanakan secara virtual zoom meeting dimulai pukul 09.00 wita dan berakhir pukul 11.00 wita. Kesempatan tersebut menghadirkan secara virtual 2 orang Narasumber yang membidangi Pengembangan Karir Pustakawan, yaitu : Ibu Opong Sumiati selaku Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpusnas RI, dan Bapak Yudho Widiatmono selaku Koordinator Pembinaan Karir Pustakawan Perpusnas RI.

Rapat Asistensi Data ANJAB/ABK Pustakawan tersebut dibuka secara resmi oleh Kadis DPKD Prov. Kaltim Drs. H. Elto, M.Si. Dalam arahannya Elto menyampaikan, bahwa Pustakawan yang ada pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Prov. Kaltim kususnya yang jenjang Ahli Muda dan Madya mengalami kendala saat mau naik pangkat dikarenakan formasi yang ada tidak tersedia. Selanjutnya DPKD Prov. Kaltim membentuk Tim penyusunan Anjab/ABK yang telah merampungkan tugasnya yang dokumennya telah disampaikan kepada Biro Organisasi Setda Prov. Kaltim. Akan tetapi setelah di cross check terdapat beberapa permasalahan, atas pertimbangan tersebut maka di agendakanlah kegiatan hari ini dalam rangka menyempurnakan usulan Anjab/ABK Pustakawan Provinsi Kalimantan Timur. Kami harapkan, Bapak dan Ibu Narasumber dapat memberikan saran, usul dan pendapat dalam penyempurnaan data usulan Anjab/ABK Pustakawan ini.

Selanjutnya Kabid P3KM Taufik, membuka sesi pertama untuk mempersilahkan narasumber yang pertama Ibu Opong Sumiati selaku Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpusnas RI untuk memberikan tanggapan dan masukan atas pemaparan yang disampaikan Kadis DPKD Kaltim tadi.

Pada kesempatan tersebut, Opong Sumiati menanggapi pemaparan yang disampaikan oleh Kadis DPKD kaltim. Dikatakan Opong, Dinas Perpustakaan adalah instansi yang memiliki salah satu fungsi dan tugas mengumpulkan, mengolah, melayankan dan melestarikan informasi cetak dan tulis. Terkait usulan Anjab/ABK jabatan fungsional pustakawan dari DPKD Kaltim seyogyanya membutuhkan persetujuan dan rekomendasi dari Kemenpan-RB. Dalam hal tersebut, maka perlu dilakukan kerjasama dan koordinasi antara pihak DPKD Prov. Kaltim dan Perpusnas RI untuk saling support memberikan statemen yang baik sebagai unsur penguat argumentasi atas usulan Anjab/ABK funsional pustakawan agar mendapat persetujuan dan rekomendasi dari Kemenpan-RB dan harus disertai data dukung yang tepat dan kuat, pungkasnya.

Ditambahkan oleh Opong Sumiati, sebuah alasan yang cukup kuat adalah Provinsi Kalimantan Timur yang ditetapkan sebagai calon Ibu Kota Negara dan Tupoksi DPKD Kaltim yang menjadi rujukan Perpustakaan Kabupaten/Kota sehingga membutuhkan penambahan jumlah formasi fungsional pustakawan untuk bisa lebih maksimalnya fungsi pembinaan yang dilakukan Perpustakaan Provinsi jika ditunjang dengan SDM fungsional pustakawan dalam jumlah yang memadai. Perhitungan Anjab/ABK agar dapat dihitung dengan meninjau proyeksi 5 tahun kedepan.

Pada sesi selanjutnya narasumber yang kedua Yudho Widiatmono, S. I.Kom yang merupakan koordinator Pembina Karier Pustakawan Perpustakaan Nasional RI memaparkan teknis penghitungan usulan Anjab/ABK. Disampaikan oleh Yudho terkait usulan anjab/ABK agar sebaiknya disertakan data dukung dengan perhitungan proyeksi 5 tahun kedepan. Yang termuat dalam Anjab/ABK wajib memperhitungkan 3 hal mendasar : unsur layanan perpustakaan, pengembangan sistem, dan unsur pengelolaan perpustakaan. Pada kesempatan tersebut, Yudo melakukan uji petik terhadap Anjab/ABK pustakawan penyelia, dan pustakawan pertama. Setelah dilakukan perhitungan bersama masih terdapat unsur pengembangan profesi yang termuat dalam anjab/ABK, hal tersebut agar dapat menjadi perhatian dan koreksi bersama, ucapnya.

Disesi akhir Rapat Virtual, Kabid P3KM DPKD Kaltim Taufik, mencoba menyimpulkan beberapa permasalah yang perlu dibenahi terkait Anjab/ABK fungsional pustakawan di Kalimantan Timur, yaitu : Pustakawan yang memiliki sertifikasi keahlian masih sedikit, dan dalam menjalankan fungsi dan pekerjaannya pustakawan di Kaltim masih lebih terfokus pada aspek konten dan belum mengarah pada pengembangan profesi.

Menutup rapat virtual tersebut Opong Sumiati berpesan, perpustakaan sekolah yang masih di kelola oleh guru yang belum mengikuti diklat calon kepala perpustakaan sekolah. disarankan jika sudah ada PNS yang lulus dalam inpassing , mohon diusulkan status kepegawaiannya agar segera diangkat dalam jabatan fungsional pustakawan sambil menunggu formasi dan pendidikan teknis. Kedepannya, agar bisa menghadirkan instansi terkait seperti BKD, Dinas Pendidikan, dan Biro Organisasi dalam forum rapat maupun/diskusi dengan tujuan mereka dapat mengetahui dengan harapan bisa berpartisipasi dan bekerjasama dalam hal informasi Anjab/ABK fungsional pustakawan ini, tutupnya.

(andri, 26/2/21)

About admin

Check Also

Rencanakan Workshop NPP dan Diklat Calon Kepala Perpustakaan, Bidang P3KM lakukan Rapat Konsultasi Staf dengan Kepala DPKD Kaltim

Samarinda – Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *