Rapat Teknis Persiapan Stock Opname Buku Bahan Pustaka DPKD Prov. Kaltim

Samarinda – Bidang Layanan, Otomasi, dan Kerjasama Perpustakaan (BLOKP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Prov. Kaltim pada Hari Jum’at (26/3/21) melaksanakan rapat dengan agenda Teknis Periapan Kegiatan Stock Opname Buku Bahan Pustaka pada DPKD Prov. Kaltim, dihadiri oleh Pejabat struktural eselon III dan IV, Staf Fungsional Umum, Fungsional Pustakawan, dan tenaga PTT di bidang BLOKP DPKD Kaltim.

Dipimpin langsung oleh Kabid BLOKP DPKD Kaltim Dra. Hj. E Mustika Wati, MM rapat membahas tentang teknis kegiatan dan pelaksanaan Stock Opname Buku Bahan Pustaka yang direncanakan dilaksanakan tahun 2021.

Sebagaimana yang disampaikan Kabid BLOKP DPKD Kaltim, bahwa stock opname buku bahan pustaka sudah pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu, maka perlu dilakukan stock opname lagi untuk merevitalisasi data buku bahan pustaka dengan mengetahui data riil koleksi perpustakaan secara fisik, jumlah data riil koleksi perpustakaan yang hilang, jumlah data buku/eksemplar menurut klasifikasi yang tepat, data koleksi buku yang belum tercantum di katalog/pangkalan data (database), dan mengetahui kondisi fisik koleksi perpustakaan yang baik maupun yang rusak.

Pada kesempatan tersebut, Kasi Layanan perpustakaan Emiliana menyarankan agar pelaksanaan stok dapat melibatkan tenaga IT yang dulu pernah melakukan stok opname, dengan tujuan agar dapat memberikan bimbingan terkait pemanfaatan IT.

Melalui forum rapat tersebut Kasi Kerjasama perpustakaan I Gede Priadi mengatakan, saat ini waktu yg tepat untuk melaksanakan stok opname karna layanan perpustakaan masih belum aktif. I Gede Priadi berpesan bahwa, ada beberapa buku yang harus mendapat perhatian seperti misalnya buku dengan judul Hot zone Chard Prestone, Efek Rumah Kaca, adalah buku yang paling sering dicari pemustaka. Maka untuk mendapat perhatian diharapkan diperbaiki jika mendapati buku tersebut dalam rusak ketika dilakukan stok opname, karena history dan nilai manfaat buku tersebut yang paling sering dicari pemustaka, ungkapnya.

Kasi Otomasi Perpustakaan Winda fitri Yanti menyampaikan pendapatnya dalam forum diskusi rapat terkait  teknis pelaksanaan, karena barcode yg tersedia hanya 5 saja, maka yang bertugas di barcode disarankan orang yang familiar dengan pengoperasian sistem untuk efektifitas dan efisiensi waktu.

Secara teknisnya, stok opname hanya menggunakan jaringan internal tidak menggunakan internet. Tantangan yang kemungkinan ditemui adalah proses pencarian buku di database scan barcode memakan waktu 20 detik dengan memanfaatkan kabel LAN untuk jaringan yang lebih stabil.

Pada sesi akhir, Kabid BLOKP DPKD Kaltim menutup rapat dengan kesimpulan :

  1. Teknis pelaksanaan stok opname buku bahan pustakan dikerjakan secara berkelompok dengan dikoordinir oleh beberapa Pustakawan yang telah ditunjuk dan Kepala Seksi untuk pembagian pekerjaan yang merata.
  2. Pengelolaan IT agar dibagi beberapa kelompok tidak hanya di satu tempat.
  3. Buku yang ditemukan jika terjadi kesalahan klasifikasi agar dicatat untuk kemudian dikomunikasikan dengan bidang pengolahan sebagai masukan.
  4. Bimbingan IT dengan petugas yang dulu pernah melaksanakan stok opname agar segera  dikomunikasi terkait waktu dan teknis yang dapat disepakati dengan yang bersangkutan untuk memberikan bimbingan.

(andri, 26/3/21)

About admin

Check Also

Rencanakan Workshop NPP dan Diklat Calon Kepala Perpustakaan, Bidang P3KM lakukan Rapat Konsultasi Staf dengan Kepala DPKD Kaltim

Samarinda – Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *