DPKD KALTIM IKUTI DARING RAKORNAS DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK BERSAMA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK RI DAN PERPUSNAS RI

Samarinda –  Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI mendukung upaya pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan. Ini dilakukan dengan mengedukasi perempuan melalui kehadiran perpustakaan. Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan keterampilan hidup dengan wirausaha, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan. Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tercatat sudah menjangkau 1.250 desa di 311 kabupaten seluruh Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando sebagai narasumber  di Rapat Koordinasi Nasional Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang diselenggarakan dari Perpusnas RI, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta, pada Selasa (8/6/2021) yang diikuti secara daring melalui virtual zoom oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Prov. Kaltim yang diwakili oleh Kepala Bidang Layanan, Otomasi dan Kerjasama Perpustakaan Dra. Hj. E Mustika Wati, M.M. dari ruang kerjanya Kantor DPKD Kaltim Jl. Ir. H. Juanda No. 4 Samarinda.

Pada kesempatan tersebut Kepala Perpusnas RI memaparkan bahwa, literasi bisa membangkitkan masyarakat yang tak berdaya. Pemberdayaan kaum perempuan pada khususnya, harus dilakukan karena mereka berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Perpusnas terus berupaya memberdayakan masyarakat. Salah satunya dengan menyediakan layanan digital buku dan jurnal elektronik berupa iPusnas, e-Resources, Khastara, dan Indonesia OneSearch. Syarif Bando turut mengapresiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, khususnya Menteri PPPA Bintang Puspayoga, yang bersinergi dengan Perpusnas RI dalam menyelenggarakan Rakornas.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga mengatakan Rakornas Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak diselenggarakan menindaklanjuti deklarasi perempuan dan peduli anak yang dilaksanakan bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada November 2020.

Beliau menjelaskan, Perlindungan Anak dan Kesetaraan Gender masuk ke dalam berbagai agenda pembangunan berkelanjutan 2030 atau SDGs, khususnya pada tujuan yang kelima yaitu mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum perempuan dan anak. Adapun tujuan kelima ini cukup spesial karena merupakan bagian dari prinsip no one left behind yang harus dilaksanakan agar dapat mencapai seluruh tujuan dari pada SDGs.

Pada kesempatan tersebut, Bintang Puspayoga mengukuhkan Ikatan Pimpinan Tinggi Perempuan (Pimti) Indonesia periode 2021-2024. Dia berharap sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Ikatan Pimti, dalam mengimplementasikan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak dapat dilakukan. “Karena para pimpinan tinggi perempuan ini yang tersebar di Kementerian/Lembaga terkait, nah ini adalah juga merupakan kekuatan-kekuatan untuk memberdayakan perempuan di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

(andri, 09/06/2021)

About admin

Check Also

PERPUSNAS RI LAKSANAKAN BIMTEK STRATEGI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DAN TIK DI KALTIM

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI melakukan berbagai upaya dan inovasi dalam mengembangkan literasi dan peningkatan minat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *